KLIK DISINI

pasang iklan

Kamis, 17 Januari 2013

INDUKTIF dan DEDUKTIF 01

Pengertian Paragraf Induktif Dan Deduktif

1.Pengertian Paragraf Induktif ;
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

2.Pengertian Paragraf deduktif ;
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.


PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Paragraf adalah susuna dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, mengandung sebuah makna, dandidalamnya terdapat gagasan utama.Paragaraf deduktif dan Induktif adalah salah satu contoh paragraph yang dilihat dari letak gagasanutamanya.
 
1.Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragaraf dan dilengkapidengan kalimat penjelas sebagai pelengkapnya. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum dandisusul dengan penjelasan umum.
 
Contoh: 
Pada tahun 2008 kualitas masyarakat Indonesia semakin rendah. Hal ini dapat dilihat dari semakinmeningkatnya angka pengangguran di Indonesia.Yang tahun sebelumnya hanya 30%, prosentaseangka pengangguran dan tahun ini bertambah menjadi 40%. Angka kriminalitas di Indonesia jugasemakin membeludak.Dan yang paling parah banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengikutiprogram pemerintah 9 tahun. Dilihat dari dua realita ini kita suda bisa mengukur SDM masyarakatIndonesia
 
2.Paragraf Induktif
Pargaragraf Induktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya terletak diakhir kalimat dan kalimatpenjelasnya terletak di awal paragraph. Paragraf ini diawali dengan urutan pernyataan khusus dandisusul dengan pernyataan umum.
 
Contoh:
Setiap hari Abo selalu pulang malam. Sekitar jam 20.00. Sangat tak masuk akal jika seorang pelajar pulang malam. Diapun tak pernah belajar. Hidupnya selalu di penuhi dengan gemerlapnya dunia.Tak ada kata susah didalam pikirannya. Maka dari itu sangart wajar sekali jika Abo tidak naik kelas.

SISTEMATKA PENULISAN KARYA ILMIAH BAB I PENDAHULUAN 01


BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Bagian ini berisi penjelasan tentang masalah dan alasan akademik dalam memilih permasalahan tertentu yang dipandang menarik, penting, dan perlu untuk diteliti.
B.      Rumusan Masalah
Bagian ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicari jawabannya melalui penelitian.
C.      Tujuan Penelitian
Bagian ini menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan penulisan karya tulis.
D.     Manfaat Penelitian
Bagian ini menyebutkan manfaat yang akan dicapai secara teoritis dan praktis.
E.      Sistematika Penulisan
Bagian ini mendeskripsikan sistematika, susunan susunan atau bagian bagian penulisan karya ilmiah.

CONTOH :
Dalam penulisan karya ilmiah ini, sistematika penulisannya adalah sebagai berikut.
Bab I Pendahuluan, yang menguraikan tentang : latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penlitian, dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan teori, yang menguraikan tentang………………………..
Bab III Metodologi penelitian, yang menguraikan tentang : Jenis penelitian, variable, Sumber data, Teknik pengumpulan data, Teknik analisis data.
Bab IV Pembahasan
Bab V Kesimpulan, memuat pernyataan singkat sebagai jawaban atas perumusan masalah.

Selasa, 15 Januari 2013

WAWANCARA 01 ( INTERVIEW )

                               Menteri Pendidikan M. Nuh

Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
  • Wawancara bebas
Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.
  • Wawancara terpimpin
Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.
  • Wawancara bebas terpimpin
Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar. ( wikipedia, 2013)

Langkah-langkah wawancara:
  1. Menentukan topik wawancara.
  2. Menentukan narasumber/ responden.
  3. Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi  (5W + 1H).
  4. Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
  5. Mencatat pokok-pokok informasi  berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
  6. Menulis laporan hasil wawancara.

Rabu, 05 Desember 2012

PEMEKARAN WILAYAH, HARUSKAH !!!!!!


KELEBIHAN : Pemekaran wilayah akhir-akhir ini antara lain, pemerintah daerah dapat menggali potensi wilayahnya dengan maksimal. Daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembangunan, akan mendapat prioritas. Selain itu, sumber daya manusia di daerah yang dimekarkan dapat digunakan secara optimal. di samping itu, tugas pemerintah pusat menjadi terban
tu dan pemerataan pembangunan dapat segera terealisasi.

KELEMAHAN : Jika pemekaran tidak disertai pertimbangan yang matang akan berdampak : lahirnya raja kecil-raja kecil yang hanya mencari keuntungan sendiri, ketidaksiapan masyarakat yang daerahnya dimekarkan akan mengundang permasalahan seperti : nilai pajak bumi dan sebagainya yang harus disesuaikan dengan status daerah yang baru. Selain itu, dikhawatirkan semangat nasionalisme semakin terkikis dan potensi ke arah disintegasi akan semakin bersar. Di samping itu kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah pusat akan semakin berkurang

SEMOGA DAPAT BERMANFAAT.

Senin, 03 Desember 2012

Sirampog, Kabupaten Brebes


Sirampog adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Brebes bagian dari kota Bumiayu bagian timur , Jawa Tengah, Indonesia.[2] Kecamatan Sirampog terletak di ujung tenggara wilayah Kabupaten Brebes, dan berbatasam langsung dengan Kabupaten Tegal. Bagian barat wilayah kecamatan ini merupakan dataran rendah (seperti Desa Benda, Kaliloka dan Manggis). Di bagian timur merupakan dataran tinggi dan pegunungan, seperti Desa Mendala, Sridadi, Kaligiri, Dawuhan, Batursari, Igir klanceng dan Sawangan.
Sirampog merupakan produsen sayuran untuk daerah Bumiayu, Tonjong, dan Ajibarang. Penghasil sayuran utama berada di daerah dataran tinggi. Sirampog juga terdapat mata air Kaligiri yang menyuplai air ke Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Penduduk Sirampog kebanyakan adalah petani sayuran di dataran tinggi, serta petani padi di dataran rendah. ( Wikipedia, 2012)

Kecamatan Sirampog terdiri dari 13 desa yaitu:[1]