KLIK DISINI

pasang iklan

Sabtu, 24 Agustus 2013

AGAR STAMINA TETAP YES.....




Rutinitas sehari-hari, kemacetan, dan pola makan yang tak teratur sering kali memicu stres hingga merusak suasana hati atau mood. Dan kalau sudah begitu, tak jarang juga akan berdampak pada gairah seks Anda. Jangankan bercengkerama dengan pasangan, sampai rumah pun Anda akan tergeletak. Kehabisan tenaga, tak ingin melakukan apa-apa selain merebahkan diri.

Lalu bagaimana Anda bisa membangun hubungan romantis dengan si dia jika tenaga kerap terkuras. Untuk itu, situs You Beauty memberikan bocoran tip agar Anda bisa meningkatkan gairah seks meskipun Anda telah melewati rutinitas yang melelahkan. Dan tip itu berupa enam jenis penganan.

1. Ikan salmon
Mengandung asam lemak omega-3 EPA dan DHA, ikan salmon dipercaya bisa mengembalikan kenormalan membran sel pengonsumsinya. Hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik, ikan salmon dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah. Sebab, kandungan dalam ikan salmon bisa mengurangi peradangan, mencegah pembekuan darah yang berlebihan, dan menjaga tingkat lemak dalam darah agar tetap normal.

Agar tetap sehat dan tidak mengandung lemak tak jenuh, ada baiknya ikan salmon dimasak dengan cara dibakar, dikukus, atau dikombinasikan dengan salad. Kalau sulit menemukan ikan salmon, Anda bisa mengonsumsi ikan tuna, makarel, atau ikan kod hitam.

2. Bayam
Bayam, peterseli, oregano, dan sayuran lain berdaun hijau dipercaya memiliki kandungan klorofil yang bisa membersihkan darah dan menurunkan tekanan darah. Memuat vitamin A, K, C, dan mineral, dedaunan ini bisa meningkatkan energi dalam tubuh. Hasilnya, Anda bisa mengembalikan kemampuan seks meskipun habis bekerja seharian.

3. Kacang
Walnut, almond, dan hazelnut adalah kacang-kacangan yang bisa meningkatkan libido Anda. Kenapa? Sebab penganan ini mengandung zat L-arginin yang akan diubah menjadi oksida nitrat. Bahkan, kacang walnut memiliki kandungan lemak omega-3 yang bagus untuk sistem peredaran darah. Cukup campurkan dalam sarapan oatmeal, salad, atau menjadikannya camilan sore hari, kacang ini bisa menaikkan gairah Anda.

4. Semangka
Buah merah kaya air ini mengandung zat kimia bernama citrulline. Manfaatnya, zat ini mampu memproduksi oksida nitrat yang bisa melebarkan pembuluh darah. Ditambah lagi citrulline ini tak cuma menempel di semangka pada dagingnya yang berwarna merah saja. Zat ini lebih banyak berada pada bagian putih semangka. Karenanya jangan cuma menghabiskan daging semangka yang merah saja. Santap juga bagian putihnya.


5. Avokad
Banyak yang mengatakan kalau buah avokad mengandung banyak lemak. Ya, pernyataan itu benar. Tapi jangan langsung menuduh avokad cuma bisa menaikkan berat badan saja. Buah berbiji besar ini pun memiliki omega-9 dan omega-3 yang berfungsi sebagai anti-peradangan. Selain itu, avokad juga bisa menjaga kenormalan sistem peredaran darah dan gula darah.

6. Biji buah
Beberapa biji buah, seperti labu dan wijen, memuat zat zinc atau seng yang bisa membantu produksi testosteron. Menyantap biji wijen atau labu yang dicampur dalam kukusan atau rebusan sayur dan ikan pun dapat menjaga libido Anda.

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/31/205420367/6-Jenis-Makanan-Ini-Bisa-Dongkrak-Gairah-Seks

Selasa, 20 Agustus 2013

NEW AMY PRINTING BUMIAYU


Percetakan & Digital Printing NEW AMY PRINTING BUMIAYU special BANNER, SPANDUK KAIN, KARTU NAMA, UNDANGAN, BROSUR, STIKER, NOTA, STEMPEL WARNA N BIASA, KOP SURAT, BUKUI YASIN, JAKET, KAOS, BORDIR, ID CARD, CO CARD, CETAK FOTO UKURAN BESAR. Listen promo Radio Tsania Bumiayu 101.8 Fm www.tsaniafm.com

NEW AMY PRINTING BUMIAYU Jalan Kyai Burhan No.9 ( depan Pegadaian Bumiayu ) Telpon 0289 430 574.

Senin, 01 Juli 2013

SUMUR RESAPAN AIR HUJAN


1.      PENDAHULUAN

 

Kekeringan di berbagai tempat di Indonesia, baik di areal pertanian maupun di perkotaan telah menjadi pandangan yang memprihatinkan. Sementara masih segar di ingatan bahwa pada musim hujan seringkali terdapat pemandangan sebagian masyarakat tergopoh-gopoh dengan datangnya banjir yang meredam berbagai kota di Indonesia. Permasalahan banjir, kekeringan dan lingkungan atau permasalahan sumberdaya air secara umum, beberapa tahun ke depan diyakini oleh banyak pihak merupakan permasalahan yang sangat serius.

Untuk mengkaji lebih dalam kejadian tersebut perlu dikemukakan faktor penyebab kekeringan dan banjir secara keseluruhan. Terdapat beberapa penyebab kekeringan dan banjir. Diantaranya adalah faktor iklim ekstrim (kemarau ekstrim dan hujan ekstrim), faktor penurunan daya dukung daerah aliran sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan dan implementasi pengembangan kawasan.  Faktor kesalahan perilaku masyarakat terhadap komponen lingkungan hidup, yaitu rusaknya daerah tangkapan air dan kurangnya upaya konservasi air di wilayah hulu maupun hilir, perkotaan dan perdesaan juga merupakan faktor yang memperparah keadaan.
Kondisi daerah tangkapan air yang merupakan recharge area bagi wilayah di hilirnya cenderung terus terdegradasi oleh adanya penebangan secara liar di daerah hutan, ditinggalkannya kaidah konservasi tanah dan air dalam berusaha tani, pengabaian Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), penambangan liar dan lainnya.
Sudah dapat dipastikan bahwa gangguan keseimbangan hidrologi adalah akibat langsung maupun tidak langsung dari degradasi lahan tersebut. Hal tersebut karena sebagian besar lahan telah kehilangan daya kemampuan meresapkan air sehingga hampir sebagian besar curah hujan yang ada tidak terinfiltrasi masuk ke tubuh bumi tetapi berubah menjadi aliran permukaan.
Sementara itu, tindakan menahan laju alliran permukaan pada saat air berlebih berupa upaya konservasi air di musim penghujan sangatlah kurang memadai. Di lain pihak terdapat kecenderungan penggunaan air secara boros, melakukan eksploitasi air tanah dan bahkan penambangan air tanah tak terkendali (overpumping) dan lainnya. Akibat langsung dari semua gejala tersebut bagi lahan di wilayah hilir adalah terjadinya kelangkaan air tanah atau bahkan kekeringan pada musim kemarau saat pasokan air hujan sangat terbatas. Sementara di lain tempat muncul banjir yang mengakibatkan rusaknya sanitasi dan munculnya gangguan kesehatan masyarakat.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kekeringan dan banjir tersebut adalah dengan menampung air hujan sehingga tidak menjadi limpasan yang mengerikan dengan teknologi sederhana yakni sumur resapan. Di daerah permukimanpun dapat diterapkan / pembuatan sumur resapan. Prinsip konsep sumur resapan adalah menghindarkan aliran air hujan dan  limpasannya secara cepat ke sungai dan menyimpannya di dalam pori-pori tanah untuk kepentingan pada saat kekurangan air.
Salah satu aspek penting yang belum dilaksanakan secara seksama adalah partisipasi masyarakat dalam penggunaan air atau water culture, yaitu pemahaman masyarakat tentang masalah pemanfaatan dan konservasi air yang ada disekitarnya, termasuk fungsi sumur resapan.
Kemanfaatan, keunggulan dan keuntungan bagi kehidupan manusia dengan adanya sumur resapan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.  Bahkan pimpinan formal dan non formalpun walaupun sudah mengetahui kemanfaatan adanya sumur resapan, tidak mengaplikasikan dalam penataan ruang rumah atau kantornya yang disebabkan dirasa tidak ditemukannya kemanfaatan langsungnya. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya peningkatan kegiatan sosialisasi adanya sumur resapan pada semua lapisan masyarakat guna mendukung keberlanjutan keberadaan, kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Pengadaan sumur resapan semestinya terintegrasi pada penataan ruang di permukiman. Sumur resapan sebagai penampung air hujan yang bersih yang turun dari langit waktu hujan semestinya dapat menampung air yang jatuh di pekarangan atau di lahan penduduk. Pada kondisi lahan pekarangan tertutup oleh bangunanpun air hujan dapat tersimpan dalam tanah karena air hujan dialirkan ke dalam sumur resapan. Adanya sumur resapan tidak mengurangi utilitas dari rumah atau kantor, karena dapat ditempatkan di bawah garasi, di bawah ruang makan, di bawah halaman parkir dan lain sebagainya. Setiap unit rumah atau beberapa unit rumah dapat membuat satu sumur resapan tanpa melihat luasan lahan yang sudah atau belum tertutup oleh bangunan.  Beberapa daerah semestinya secara umum harus dapat dijadikan daerah lumbung atau tangkapan air hujan untuk mendukung keberlanjutan keberadaan kehidupan dan kesejahteraan manusia. Pengadaan sumur resapan yang terintegrasi dengan penataan ruang permukiman dalam upaya minimisasi  potensi banjir dan konservasi air sangatlah mendesak untuk dilakukan pada daerah yang memungkinkan.

2. 

SUMUR RESAPAN


1.      PENDAHULUAN

 

Kekeringan di berbagai tempat di Indonesia, baik di areal pertanian maupun di perkotaan telah menjadi pandangan yang memprihatinkan. Sementara masih segar di ingatan bahwa pada musim hujan seringkali terdapat pemandangan sebagian masyarakat tergopoh-gopoh dengan datangnya banjir yang meredam berbagai kota di Indonesia. Permasalahan banjir, kekeringan dan lingkungan atau permasalahan sumberdaya air secara umum, beberapa tahun ke depan diyakini oleh banyak pihak merupakan permasalahan yang sangat serius.

Untuk mengkaji lebih dalam kejadian tersebut perlu dikemukakan faktor penyebab kekeringan dan banjir secara keseluruhan. Terdapat beberapa penyebab kekeringan dan banjir. Diantaranya adalah faktor iklim ekstrim (kemarau ekstrim dan hujan ekstrim), faktor penurunan daya dukung daerah aliran sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan dan implementasi pengembangan kawasan.  Faktor kesalahan perilaku masyarakat terhadap komponen lingkungan hidup, yaitu rusaknya daerah tangkapan air dan kurangnya upaya konservasi air di wilayah hulu maupun hilir, perkotaan dan perdesaan juga merupakan faktor yang memperparah keadaan.
Kondisi daerah tangkapan air yang merupakan recharge area bagi wilayah di hilirnya cenderung terus terdegradasi oleh adanya penebangan secara liar di daerah hutan, ditinggalkannya kaidah konservasi tanah dan air dalam berusaha tani, pengabaian Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), penambangan liar dan lainnya.
Sudah dapat dipastikan bahwa gangguan keseimbangan hidrologi adalah akibat langsung maupun tidak langsung dari degradasi lahan tersebut. Hal tersebut karena sebagian besar lahan telah kehilangan daya kemampuan meresapkan air sehingga hampir sebagian besar curah hujan yang ada tidak terinfiltrasi masuk ke tubuh bumi tetapi berubah menjadi aliran permukaan.
Sementara itu, tindakan menahan laju alliran permukaan pada saat air berlebih berupa upaya konservasi air di musim penghujan sangatlah kurang memadai. Di lain pihak terdapat kecenderungan penggunaan air secara boros, melakukan eksploitasi air tanah dan bahkan penambangan air tanah tak terkendali (overpumping) dan lainnya. Akibat langsung dari semua gejala tersebut bagi lahan di wilayah hilir adalah terjadinya kelangkaan air tanah atau bahkan kekeringan pada musim kemarau saat pasokan air hujan sangat terbatas. Sementara di lain tempat muncul banjir yang mengakibatkan rusaknya sanitasi dan munculnya gangguan kesehatan masyarakat.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kekeringan dan banjir tersebut adalah dengan menampung air hujan sehingga tidak menjadi limpasan yang mengerikan dengan teknologi sederhana yakni sumur resapan. Di daerah permukimanpun dapat diterapkan / pembuatan sumur resapan. Prinsip konsep sumur resapan adalah menghindarkan aliran air hujan dan  limpasannya secara cepat ke sungai dan menyimpannya di dalam pori-pori tanah untuk kepentingan pada saat kekurangan air.
Salah satu aspek penting yang belum dilaksanakan secara seksama adalah partisipasi masyarakat dalam penggunaan air atau water culture, yaitu pemahaman masyarakat tentang masalah pemanfaatan dan konservasi air yang ada disekitarnya, termasuk fungsi sumur resapan.
Kemanfaatan, keunggulan dan keuntungan bagi kehidupan manusia dengan adanya sumur resapan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.  Bahkan pimpinan formal dan non formalpun walaupun sudah mengetahui kemanfaatan adanya sumur resapan, tidak mengaplikasikan dalam penataan ruang rumah atau kantornya yang disebabkan dirasa tidak ditemukannya kemanfaatan langsungnya. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya peningkatan kegiatan sosialisasi adanya sumur resapan pada semua lapisan masyarakat guna mendukung keberlanjutan keberadaan, kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Pengadaan sumur resapan semestinya terintegrasi pada penataan ruang di permukiman. Sumur resapan sebagai penampung air hujan yang bersih yang turun dari langit waktu hujan semestinya dapat menampung air yang jatuh di pekarangan atau di lahan penduduk. Pada kondisi lahan pekarangan tertutup oleh bangunanpun air hujan dapat tersimpan dalam tanah karena air hujan dialirkan ke dalam sumur resapan. Adanya sumur resapan tidak mengurangi utilitas dari rumah atau kantor, karena dapat ditempatkan di bawah garasi, di bawah ruang makan, di bawah halaman parkir dan lain sebagainya. Setiap unit rumah atau beberapa unit rumah dapat membuat satu sumur resapan tanpa melihat luasan lahan yang sudah atau belum tertutup oleh bangunan.  Beberapa daerah semestinya secara umum harus dapat dijadikan daerah lumbung atau tangkapan air hujan untuk mendukung keberlanjutan keberadaan kehidupan dan kesejahteraan manusia. Pengadaan sumur resapan yang terintegrasi dengan penataan ruang permukiman dalam upaya minimisasi  potensi banjir dan konservasi air sangatlah mendesak untuk dilakukan pada daerah yang memungkinkan.

2. SUMUR RESAPAN
Sumur resapan adalah sistem resapan buatan yang dapat menampung air hujan dan air limbah (Hendarto, 2000). Sumur resapan adalah salah satu metode memanen air hujan dan air limbah, namun airnya langsung diresapkan ke dalam tanah sehingga persediaan air permukaan dan sumur gali masyarakat pada musim kemarau masih mencukupi (Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian, 2004).